PENGETAHUAN

Ilmu pengetahuan itu tidak akan memberikan sebagian dirinya kepadamu sampai engkau memberikan seluruh dirimu kepadanya.

KEHIDUPAN

Menyerang tanpa Pasukan, Menang tanpa Merendahkan, Kesaktian tanpa Ajian, Kekayaan tanpa Kemewahan.

IMAJINASI DAN PENGETAHUAN

Imajinasi lebih penting daripada pengetahuan. Untuk sementara pengetahuan mendefinisikan semua yang saat ini kita ketahui dan mengerti, sedangkan imajinasi menunjukkan untuk semua yang bisa kita temukan dan ciptakan nantinya Imagination is more important than knowledge. For while knowledge defines all we currently know and understand, imagination points to all we might yet discover and create..

JEMBATAN KEHIDUPAN

Di dalam kehidupan ada 5 jembatan yang harus kita hadapi : 1. jembatan yang paling pendek adalah putus asa. 2. jembatan yang paling panjang adalah harapan. 3. jembatan yang paling kuat adalah iman. 4. jembatan yang paling mahal adalah pengorbanan. 5. jembatan yang paling indah adalah cinta kasih.

KETIDAKTERBATASAN

Hanya ada dua hal yang tidak terbatas, alam semesta dan kebodohan. Dan saya tidak yakin tentang alam semesta. “There are only two truly infinite things, the universe and stupidity. And I am unsure about the universe.”

Halaman

follower : pengikut : melui

Tampilkan postingan dengan label Tangga Menuju Langit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tangga Menuju Langit. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 Juli 2013

Sepatu Lari Yang Baik


Beragam sepatu lari telah tersedia selama sembilas tahun terakhir. Beberapa sepatu dilengkapi dengan kantung-kantung udara dan irisan-irisan busa dan sebagian sepatu tidak menggunakan lidah. Apakah ebanyakan sepatu yang tersedia saat ini hanya menawarkan bentuk ataukah ada beberapa konsep biofisika yang nyata?

Penjelasan

Pelari membutuhkan sepatu yang baik untuk memperoleh kenyamanan yang maksimal dan hasil lari yang lebih baik. Sepatu lari yang baik memenuhi dua fungsi utama: yaitu menghasilkan gesekan dengan tanah untuk mencegah terpeleset ke depan atau ke belakang, dan menambah gaya pegas pada sepatu yang secara ideal berperan sebagai  perpanjangan tendon Achiles. Ganngguan yang menyebabkan salah satu dari kedua fungsi ini tidak berjalan sebagai mestinya berarti sebagian energi si pelari tidak bisa menggerakkan kaki dan tubuhnya seperti yang dikehendaki, atau dalam bahasa sehari-harinya, sebagai energi terbuang percuma.
Ketika kaki depan menyentuh tanah, sepatu yang baik tidak hanya mengalami kompresi selama selang waktu yang diinginkan, tetapi juga bisa meregang kembali kebentuk semula dalam selang waktu pemulihan kembali yang diinginkan. Waktu, banyanya kompresi, dan lokasi kompresi merupakan tiga parameter penting yang mempersulit pembuatan rancangan sepatu. Misalnya, perbedaan jarak perlombaan lari membutuhkan perubahan khusus. Seorang pelari jarak pendek kebanyakan berlari pada bola kakinya, sehingga lebih banyak bantalan yang dibutuhkan dibola kaki dari pada di tumit atau di tengah kaki. Pelari jarak menengah berlari menggunakan bagian pertengahan sampai jari kaki (atau berlari menggunakan tumit sampai ujung jari yang kurang efisien), yang membutuhkan lebih banyak gaya pegas dari tumit sampai bagian tengah kaki. Rancangan sepatu telah diperbaiki tetapi tetap saja terbuka peluang perbaikan.


Olympus Editor. “Running Shoes.” Newsweek (July 27,1992): 58

Selasa, 02 Juli 2013

Kutu meloncat



Kutu bisa meloncat sampai ketinggian 33 cm – lebih dari 1 kaki, atau seratus kali panjangnya sendiri! – dengan membangun percapatan 140 g. Jika seseorang bisa melakukan hal yang sama sebanding dengan tinggi tubuhnya, orang tersebut bisa melompat setinggi gedung berlantai 50. Mengapa kita tidak bisa?

Penjelasan

Manusia tidak bisa meloncat berkali-kali lipat dari tingginya sendiri karena kekuatan otot kaki manusia tidak bisa menghasilkan kekuatan awal yang cukup besar ke arah atas. Ketinggian loncatan h = F s / m g, dimana F adalah gaya rata-rata terhadap tanah yang dibutuhkan oleh suatu makhluk hidup dalam posisi meringkuk untuk menaikkan pusat gravitasinya sejauh s sebelum meninggakan tanah. Di sini m adalah massa makhluk hidup dan g adalah percepatan gravitasi di permukaan bumi. Dengan kata lain, gaya awal yang dilakukan ( F s ) untuk menghasilkan kecepatan awal ke atas diubah energi potensial ( m g h ).

Sekarang baru kita mengerti mengapa hewan-hewan kecil bisa meloncat begitu tinggi. Asumsikan bahwa kekuatan seekor hewan, yaitu F, sebanding dengan luas potongan melitang ototnya. Maka F sebanding dengan L2, di mana  L adalah ukuran linier hewan. Oleh sebab itu percapatan F/m sebanding dengan L2/L3 = 1/L. Karena s sebanding dengan L, maka ketinggian h tidak tergantung pada ukuran hewan. Maka seekor kutu yang membesar seukuran manusia pun tidak bisa meloncat setinggi beberapa kaki dari tanah.

Benarkah kutu itu bisa melakukannya? Seekor kutu raksasa akan jatuh karena berat badannya sendiri, yang tentunya akan ribuan kali lebih besar. Sedangkan penampang litang otot dan kerangkanya hanya akan membesar ratusan kali. Kelihatannya para penulis buku fiksi ilmiah lupa mengenai masalah ini ketika meraka mencoba menakuti kita dengan serangga raksasa.

thanks for mad about physic

Senin, 25 Februari 2013

Satu Pon Bulu



Mana yang lebih berat-satu pon bulu atau satu pon besi ? "keduanya mempunyai berat yang sama " bukan jawabanyang diminta.


Satu pon bulu lebih berat. gaya apung yang besar dari udara yang bekerja pada volume yang juga besar dari satu pon bulu (karena satu pon bulu tersebut ditimbang yang terbuka ) harus diimbangi oleh lebih dari satu pon bulu (yang ditimbang dalam keadaan hampa udara ) untuk mencapai bacaan timbangan yang sama pada satu pon bulu. wow!

Hewitt,. P.physics teacher 27 (1989):112.