Tampilkan postingan dengan label Tangga Menuju Langit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tangga Menuju Langit. Tampilkan semua postingan
Rabu, 03 Juli 2013
Sepatu Lari Yang Baik
Beragam sepatu lari telah tersedia selama sembilas tahun
terakhir. Beberapa sepatu dilengkapi dengan kantung-kantung udara dan
irisan-irisan busa dan sebagian sepatu tidak menggunakan lidah. Apakah ebanyakan
sepatu yang tersedia saat ini hanya menawarkan bentuk ataukah ada beberapa
konsep biofisika yang nyata?
Penjelasan
Pelari membutuhkan sepatu yang baik untuk memperoleh
kenyamanan yang maksimal dan hasil lari yang lebih baik. Sepatu lari yang baik
memenuhi dua fungsi utama: yaitu menghasilkan gesekan dengan tanah untuk
mencegah terpeleset ke depan atau ke belakang, dan menambah gaya pegas pada
sepatu yang secara ideal berperan sebagai perpanjangan tendon Achiles. Ganngguan yang
menyebabkan salah satu dari kedua fungsi ini tidak berjalan sebagai mestinya
berarti sebagian energi si pelari tidak bisa menggerakkan kaki dan tubuhnya
seperti yang dikehendaki, atau dalam bahasa sehari-harinya, sebagai energi terbuang
percuma.
Ketika kaki depan menyentuh tanah, sepatu yang baik tidak
hanya mengalami kompresi selama selang waktu yang diinginkan, tetapi juga bisa
meregang kembali kebentuk semula dalam selang waktu pemulihan kembali yang
diinginkan. Waktu, banyanya kompresi, dan lokasi kompresi merupakan tiga
parameter penting yang mempersulit pembuatan rancangan sepatu. Misalnya,
perbedaan jarak perlombaan lari membutuhkan perubahan khusus. Seorang pelari
jarak pendek kebanyakan berlari pada bola kakinya, sehingga lebih banyak
bantalan yang dibutuhkan dibola kaki dari pada di tumit atau di tengah kaki. Pelari
jarak menengah berlari menggunakan bagian pertengahan sampai jari kaki (atau
berlari menggunakan tumit sampai ujung jari yang kurang efisien), yang
membutuhkan lebih banyak gaya pegas dari tumit sampai bagian tengah kaki. Rancangan
sepatu telah diperbaiki tetapi tetap saja terbuka peluang perbaikan.
Olympus Editor. “Running Shoes.” Newsweek (July 27,1992): 58
Selasa, 02 Juli 2013
Kutu meloncat
Kutu bisa meloncat sampai ketinggian 33 cm – lebih dari 1
kaki, atau seratus kali panjangnya sendiri! – dengan membangun percapatan 140
g. Jika seseorang bisa melakukan hal yang sama sebanding dengan tinggi tubuhnya,
orang tersebut bisa melompat setinggi gedung berlantai 50. Mengapa kita tidak
bisa?
Penjelasan
Manusia tidak bisa meloncat berkali-kali lipat dari tingginya
sendiri karena kekuatan otot kaki manusia tidak bisa menghasilkan kekuatan awal
yang cukup besar ke arah atas. Ketinggian loncatan h = F s / m g, dimana F adalah
gaya rata-rata terhadap tanah yang dibutuhkan oleh suatu makhluk hidup dalam
posisi meringkuk untuk menaikkan pusat gravitasinya sejauh s sebelum
meninggakan tanah. Di sini m adalah massa makhluk hidup dan g adalah percepatan
gravitasi di permukaan bumi. Dengan kata lain, gaya awal yang dilakukan ( F s )
untuk menghasilkan kecepatan awal ke atas diubah energi potensial ( m g h ).
Sekarang baru kita mengerti mengapa hewan-hewan kecil bisa
meloncat begitu tinggi. Asumsikan bahwa kekuatan seekor hewan, yaitu F,
sebanding dengan luas potongan melitang ototnya. Maka F sebanding dengan L2,
di mana L adalah ukuran linier
hewan. Oleh sebab itu percapatan F/m sebanding dengan L2/L3
= 1/L. Karena s sebanding dengan L, maka ketinggian h tidak tergantung pada
ukuran hewan. Maka seekor kutu yang membesar seukuran manusia pun tidak bisa
meloncat setinggi beberapa kaki dari tanah.
Benarkah kutu itu bisa melakukannya? Seekor kutu
raksasa akan jatuh karena berat badannya sendiri, yang tentunya akan ribuan
kali lebih besar. Sedangkan penampang litang otot dan kerangkanya hanya akan
membesar ratusan kali. Kelihatannya para penulis buku fiksi ilmiah lupa
mengenai masalah ini ketika meraka mencoba menakuti kita dengan serangga
raksasa.
thanks for mad about physic
Senin, 25 Februari 2013
Satu Pon Bulu
Mana yang lebih berat-satu pon bulu atau satu pon besi ? "keduanya mempunyai berat yang sama " bukan jawabanyang diminta.
Satu pon bulu lebih berat. gaya apung yang besar dari udara yang bekerja pada volume yang juga besar dari satu pon bulu (karena satu pon bulu tersebut ditimbang yang terbuka ) harus diimbangi oleh lebih dari satu pon bulu (yang ditimbang dalam keadaan hampa udara ) untuk mencapai bacaan timbangan yang sama pada satu pon bulu. wow!
Hewitt,. P.physics teacher 27 (1989):112.
Langganan:
Postingan (Atom)
















.jpg)

